Just another WordPress.com weblog

Berbuatlah, tapi..

“Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.”

Q.S. Fushshilat: 22

(hwaaaaaaaa)

berbuatlah, tapi kelak kamu akan diminta pertanggungjawabannya..

dan tak kan ada yang luput biar sebasar biji zarah pun..

 

:-ss

Penggemar berat westlife

Jadi inget waktu seorang guru saya dlu cerita.

Katanya “penggemar westlife itu sampe bela-belain puasa, dan ngirit2 demi bisa beli tiket konser Westlife (yang saat itu akan datang ke Indonesia) yang harganya ampir 2 juta”.

Lanjutnya “kita pernah gak mpe segitunya demi bisa berinfaq di jalan Allah?”

JLEB.

kena pisaannn!

yah begitu lah, ketika dipikir2 fenomena yg terjadi memang seperti itu. gak cuma westlife tentu saja.

boyband ato girlband korea yg lagi rame-ramenya juga.

kalo dipikir2, emang artis2 itu bisa nolong kita di akhirat nanti??

“ikutilah orang yang tiada minta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Yasin:21)

 

pikirkan saja..

katanya dakwah, kok minta bayaran sama manusia..

 

berarti 1 parameter, orang yang mendapat petunjuk tidak akan minta imbalan kepadamu.. :)

orang seperti itulah yang layak kau ikuti..

Al ikhlas ayat 2.

ya, hanya Allah..

satu-satunya tempat berharap..

satu-satunya yang Maha Melihat..

satu-satunya yang Maha Mengetahui..

satu-satunya yang Maha Adil..

satu-satunya yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..

dan juga satu-satunya yang Maha Pengampun..

Jadi, apa lagi yang perlu dirisaukan.. :)

tak ada satupun manusia yang bisa menghalangimu jika kamu ingin mendekat pada Allah..

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

“Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jamaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.”

Anggapan manusia tidak akan mengubah derajatmu di mata Allah..

Terkadang ego manusia membuatnya merasa terancam ketika harga dirinya direndahkan oleh manusia lainnya..

Padahal sadari lah, hal itu tak akan mengubah apapun..

Ya Robb, izinkan hamba untuk selalu ikhlas dan tunduk kepadaMu..

Kalo baca-baca kisah para sahabat tuh, emang bener-bener bikin minder, mereka yang se-cinta Allah, cinta Rasulullah, dan sama sekali gak hubud dunia.. Subhanallah..

ini salah satu ucapan Sa’id bin Amir.

“Saya mempunyai kawan-kawan yang telah lebih dulu menemui Allah.. dan saya tak ingin menyimpang dari jalan mereka, walau ditebus dengan dunia dan segala isinya!”

sungguh tekad yang sangat kuat dan kokoh.

Sai’id bin Amir ini ditunjuk oleh khalifah Umar sebagai amir di Syiria. Uang tunjangan dan gajinya sangat banyak, namun yang diambilnya hanya sekedar keperluan diri dan istrinya, dan selebihnya dibagi-bagi ke warga yang membutuhkan.

Orang menganjurkan kepadanya “janganlah ditahan-tahan nafkah untuk diri pribadi dan keluarga anda, dan ambillah kesempatan untuk menikmati hidup!”. Tapi beliau menjawab “Saya tak hendak ketinggalan dari rombongan pertama, yakni setelah saya dengar rasulullah saw bersabda:

‘Allah ‘Azza wa Jalla akan menghimpun manusia untuk dihadapkan ke pengadilan. maka datanglah orang2 miskin yang beriman, berdesak-desakkan maju kedepan tak ubahnya bagai kawanan burung merpati. Lalu ada yg berseru kepada mereka: Berhentilah kalian untuk menhadapi perhitungan (hisab). Ujar mereka: Kami tak punya apa-apa untuk dihisab. Maka Allah pun berfirman: Benar-lah hamba-hambaKu itu! Lalu masuklah mereka ke dalam surga sebelum orang-orang lain masuk’ “

Jleb.

Beneran minder, ngebayangin pengen masuk ke surga yang sama dengan mereka, tapi apalah awak ini.. T__T

Di surat al-Waqi’ah 11-14:

“Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah).Berada dalam surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.”

baiklah, harus harus memperbaiki diri lagi.. >.<

bahasa inggris lebih dari 7 tahun

bahasa arab 3 tahun

bahasa jepang 2 tahun

bahasa jerman 1 tahun

sekarang mana bekasnya? :(

bahasa emang mesti dipakai terus, dan dilatih terus..

smoga kedepannya tidak mengulangi kesalahan yg sama.. huft..

 

Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.

Hud: 15-16

–jadikan dunia hanyalah alat, bukan tujuan utama.–

Love is…

Pernah ada seseorang menanyakan padaku, “ella, manurut kamu sayang itu apa?”

Aku pun menjawab “ hmm, ya ikut bahagia kalo dia bahagia, kalo dia sedih ikut sedih, kalo dia ada masalah, membantunya mengatasi masalah tersebut.. intinya ingin yang terbaik buat dia”

Aku pun balik bertanya “emang menurut kamu apa?”

Dia pun menjawab “bagi saya, sayang itu ingin dia selamat di akhirat.”

Deg!

Ya.. Aku sangat setuju dengan pernyataan tersebut.

Tentu saja.

Hanya saja aku menyadari betapa piciknya pikiranku tentang kasih sayang selama ini.

Kasih sayang yang fana. Semu. Rapuh.

Sebelumnya arti sayang yang aku pikirkan terpisah dari konsep “keselamatan”. Sayang ya sayang, urusan selamat di akhirat ya beda lagi. Tidak menyatu dalam satu kata..

……..

Lebih jauh lagi, mungkin orang-orang yang aku sayangi tidak merasa senang, ataupun nyaman, ataupun bangga dengan cara aku mengekspresikan rasa sayang ini..

Tapi itulah sayang, tidak mengharapkan balasan atau terima kasih atau pujian dari orang-orang yang disayanginya.. Hanya ingin melihat mereka selamat..

**Teruntuk banyak orang yang aku sayangi di bumi ini..

***Jazakillah saudariku yang telah menyadarkanku :D , smoga kelak kita termasuk dalam penghuni surga-Nya..aamiin..

Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi “.

Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.”

Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.

Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman.” Mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.

Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.

Kemudian Kami utus Musa sesudah rasul-rasul itu dengan membawa ayat-ayat Kami kepada Fir`aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan.

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu  tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.

Di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al Qur’an, dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.

Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.

Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?

sumber: Al Qur’an

————————————————————————————————————————————————

Yang membuat kerusakan itu, yang gak mau beriman, yang gak mau mengikuti Ayat-ayat Allah, yang merasa dirinya memiliki pemikiran yang lebih oke dari pada ketentuan/perintah Allah..

Merasa dirinya membuat perbaikan, merasa pemikirannya lebih BAIK untuk dilakukan sehingga gak mau nurut dengan perintah Allah yang menciptakannya..nauzubillah… sombong sekali manusia yang seperti itu.. >.<

semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang orang yang berbuat kerusakan..AAMIIIN…

Orang Cerdas

Orang cerdas bukan orang yang IPKnya 4..

Orang cerdas bukan orang yang mendapat beasiswa ke luar negeri..

Orang cerdas bukan orang yang menang lomba tingkat internasional..

Orang cerdas bukan pula peraih nobel..

Orang cerdas adalah orang yang mempersiapkan sebaik baik bekal untuk akhiratnya..

Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (Al A’laa:17)

Tetapi kamu memilih kehidupan duniawi. (Al A’laa:16)

 

Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. (Al Mukmin:13)

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.